Sabtu, 18 Maret 2017

Amankah Memasukan Anak Ke Playgroup Sejak Dini?

Dulu, pendidikan formal paling awal untuk anak-anak adalah sekolah dasar (SD) yang bisa dimulai sejak umur enam tahun. Setelah itu, anak usia 4-5 tahun bisa mulai bersekolah di taman kanak-kanak (TK). Sekarang, balitapun sudah bisa disekolahkan di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) yang juga dikenal dengan sebutan kelompok bermain alias playgroup.
Setiap orang tua tentu ingin memiliki anakyang cerdas dan ceria. Otak anak memang memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap kata-kata, sehingga pada periode yang disebut golden age ini anak bisa banyak mempelajari hal baru. Karena itu, sekarang banyak orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah dalam usia yang sangat muda. Namun, apakah anak sudah benar-benar siap?



Utamakan kesiapan mental dan kemauan anak
Banyak orang tua beranggapan bahwa karena kemampuan otak anak dalam menyerap kata-kata luar biasa, maka mendaftarkan anak ke sekolah sedini mungkin akan lebih baik. Padahal, seharusnya orang tua memerhatikan kesiapan mental dan kemauan anak-anaknya terlebih dulu, apakah anak-anak merasa nyaman atau malah tertekan dengan bersekolah terlalu awal?
Bersabarlah dalam melihat perkembangan anak
Untuk mengetahui apakah anak sudah siap bersekolah, Anda perlu memerhatikan perkembangan anak. Hal ini memerlukan kesabaran. Jadi, jangan terburu-buru mengikuti ego Anda untuk memasukkan anak ke playgroup terlalu dini, ya, Ma.
Cari tahu apa yang dibutuhkan anak
Jika Anda berpikir bahwa menyekolahkan anak terlalu dini akan membuat anak Anda selangkah lebih maju dan lebih cerdas daripada anak lain dalam menyerap pengetahuan saat mereka masuk SD, sebaiknya kesampingkan ego Anda. Coba pikirkan lagi, apa yang sebenarnya dibutuhkan anak saat ini? Bermain bersama anggota keluarga atau masuk ke lingkungan baru bersama orang-orang yang masih asing untuknya? Menyekolahkan anak terlalu dini dapat Anda lakukan jika mereka memang sudah siap.
"Di sekolah, anak bisa belajar sambil bermain, kok"
Anggapan ini memang benar, tapi apakah mereka sudah membutuhkan sekolah di usia semuda ini? Rumah adalah tempat yang paling tepat untuk mendidik anak usia dini. Peran orang tua sangat penting dalam mengasuh dan mengajari anak sopan santun sekaligus bermain bersama dan bercerita. Hal ini dapat merangsang perkembangan otak anak. Itulah pendidikan yang tepat untuk mereka.
Penerapan aturan di sekolah
Pernahkah Anda memerhatikan kegiatan yang dilakukan di sekolah? Pada umumnya, sekolah akan menyuruh anak melakukan kegiatan bersama-sama. Padahal, anak berusia di bawah lima tahun biasanya belum dapat berkomunikasi dengan baik. Jika demikian, sekolah justru akan membuat anak menjadi takut, berdiam diri, dan menangis.

Menurut Psikologi Indonesia, menyekolahkan anak terlalu dini dapat menyebabkan BLAST (bored, lonely, angry/afraid, stress, tired) pada anak yang bisa berdampak buruk bagi perkembangannya. Waktu yang tepat untuk menyekolahkan anak adalah saat anak telah menunjukkan minatnya untuk bersekolah dan telah siap masuk dalam lingkungan baru. Jadi, apakah Anda akan tetap menyekolahkan anak di PAUD atau playgroup di usia yang terlalu muda?


Curhatan Si Kecil Saat Ia Mulai Sekolah, Begini Menghadapinya

Apakah anak Mama sering mengeluh soal sekolahnya? Entah itu seputar pelajaran, teman-teman, atau gurunya. Tenang, keluhan ini adalah sesuatu yang wajar, kok. Kebanyakan anak sekolah memang inginnya main terus. Yuk, kita hadapi dengan beberapa cara cerdas berikut ini:


1. “Pelajarannya terlalu susah!”
Kalau anak sering mengeluhkan pelajaran yang terlalu susah, coba tanya bagian mana tepatnya yang paling sulit. Dari situ, sering-seringlah mengajak anak berbicara soal mata pelajaran tersebut. Bantu anak memahami hal-hal yang menurutnya sulit. Mama juga bisa menyarankan anak untuk belajar bersama temannya yang menguasai materi tersebut. Kalau segala cara sudah dicoba, bicarakan dengan guru anak apa duduk perkaranya. Mungkin saja anak membutuhkan guru les untuk mendampinginya.

2. “Guruku menyebalkan”
Hati-hati kalau anak terus-terusan mengeluhkan gurunya yang menyebalkan. Tanya apa yang membuat anak tidak suka dengan gurunya. Apakah karena gurunya terlalu banyak memberi tugas atau test mendadak? Untuk masalah-masalah ini, Mama bisa jelaskan pada si kecil soal pentingnya menjalani tanggung jawabnya di sekolah.
Namun, kalau si kecil mengeluh gurunya sering menghukum secara berlebihan, berkata-kata kasar, atau hal-hal sejenisnya, bicarakan dengan pihak sekolah. Minta anak segera melaporkan pada Mama setiap kali ada kejadian di sekolah.

3. “Bosan belajar terus”
Bosan belajar adalah salah satu keluhan anak sekolah yang paling umum. Rutinitas sehari-hari bisa membuatnya jenuh. Maka, cobalah untuk memberikan variasi yang menarik di sela-sela rutinitasnya. Biarkan anak beristirahat dan bermain sepulang sekolah, jangan langsung dipaksa belajar atau  mengerjakan PR. Untuk membangun suasana belajar yang lebih menyenangkan cobalah untuk menyetel lagu atau membuat menjelaskan sesuatu melalui permainan. Dengan suasana yang lebih santai, anak jadi merasa lebih relaks ketika menyelesaikan tugas sekolahnya.

4. “Aku capek ke sekolah”
Ajak bicara baik-baik mengenai penyebab anak capek ke sekolah. Apakah karena jarak antara rumah ke sekolah terlalu jauh, sehingga anak sudah kelelahan di jalan? Atau terlalu banyak aktivitas di luar sekolah, yang menguras energi anak, sehingga dia merasa kelelahan. Untuk itu, sebaiknya Mama bantu anak untuk mengatur jadwal hariannya. Misalnya pukul berapa anak sudah harus tidur, pukul berapa anak harus berangkat ke sekolah, dan berapa lama anak boleh maingame.Tidak ada salahnya juga Mama untuk mengurangi aktivitas di luar sekolah anak.
Selain empat keluhan umum di atas, keluhan apa lagi yang biasanya dilontarkan oleh anak sekolah? Jangan lupa bagikan pengalaman Mama di kolom komentar, ya.


Memperhatikan Sang Buah Hati, Dengan Siapa Ia Bermain

Memasuki usia sekolah, pergaulan anak akan jadi semakin luas. Hal ini tentu baik untuk membangun karakternya. Akan tetapi, bukan berarti Mama sudah bisa lepas tangan begitu saja soal pergaulan si kecil. Penting bagi Mama untuk mengenal teman-teman anak, terutama saat mereka sudah mengenal playdate. Tak sekadar tahu namanya, tapi juga menjalin hubungan yang positif dengan teman-teman si kecil. Ini dia berbagai alasan kenapa hal tersebut perlu dilakukan.


Mengenal Teman-temannya Berarti Mengenal Si Kecil
Tak bisa dipungkiri, pasti ada sisi lain dari anak yang tidak ditunjukkan pada orangtuanya. Bukan karena anak menyembunyikan sesuatu, tetapi karena anak memang lebih nyaman untuk membagikannya dengan anak seusianya. Dengan mengenal teman anak, Mama pun jadi bisa mengenal anak secara lebih mendalam. Misalnya tontonan apa yang mereka sukai, klub sepak bola apa yang mereka dukung, dan kegiatan seperti apa yang mereka nikmati.
Lebih Mudah Memantau Pergaulan Anak
Dengan mengenal teman anak, Mama pun jadi lebih mudah menilai apakah pergaulan si kecil bersifat positif dan sehat. Jika anak bergaul dengan teman yang memberikan pengaruh negatif, Mama pun bisa melihat tanda-tandanya sejak dini.
Memercayai Anak
Kalau Mama tidak benar-benar mengenal dengan siapa saja anak berteman, mudah saja untuk merasa curiga ketika anak pamit pergi bersama teman-temannya. Akan tetapi, kalau Mama sudah kenal dengan teman-temannya, Mama jadi lebih tenang karena sudah tahu kebiasaan mereka saat bermain dan di mana anak biasanya berada. Si kecil pun jadi tidak merasa risi karena terus-terusan ditanyai sedang bersama siapa dan akan pulang jam berapa.
Menunjukkan Kepedulian Mama Terhadap Anak
Mengenal teman-teman anak secara langsung adalah salah satu jalan agar Mama bisa melibatkan diri dalam aspek kehidupan anak yang begitu penting, yaitu persahabatan. Bila tahu sebatas nama saja, Mama akan kesulitan ketika suatu hari si kecil curhat soal sahabatnya tersebut. Sementara itu, jika Mama mengenal dekat teman anak, Mama pun bisa ikut memberikan saran dan nasihat yang dibutuhkan anak. 

 
Nah, sudah tahu manfaat mengenal teman-teman si kecil kan, Ma? Yang penting juga untuk dipahami adalah Mama harus tetap juga memahami batasan dalam mengenal teman-teman si kecil. Jangan sampai anak justru merasa Mama terlalu ikut campur dalam persahabatannya. Untuk itu, usahakan untuk tidak terlalu sering mengkritik teman-teman si kecil. Jika memang ada hal-hal yang membuat Mama khawatir, berikan masukan yang membangun bagi anak. Jangan langsung menyuruhnya menjauhi si sahabat. Berikan juga keleluasaan pada anak untuk menghabiskan waktu bersama teman-temannya tanpa ditunggui orangtua.
Apakah Mama kenal dekat dengan teman-teman anak? Bagaimana cara Mama melibatkan diri dalam pergaulan si kecil? Ceritakan pengalaman Mama di bagian komentar, ya!


Jumat, 17 Maret 2017

Tips Traveling Untuk Bunda Yang Sedang Hamil

Traveling jadi kesempatan ibu hamil untuk berelaksasi sebelum sibuk mengurus bayi. Sebenarnya, kapan waktu paling nyaman untuk ibu hamil berlibur? Berdasarkan penelitian American College of Obstetrics and Gynecology(ACOG), bepergian jauh di trimester awal atau naik pesawat terbang saat hamil muda masih rawan keguguran. Berlibur di trimester tigapun berisiko lahir prematur. Karena itu, liburan sebaiknya dilakukan saat kehamilan berusia 18-24 minggu.


Bagaimanapun juga, perlu ada persiapan khusus sebelum ibu hamil berlibur. Ini tips traveling untuk ibu hamil agar bisa jalan-jalan dengan nyaman tanpa mengkhawatirkan kesehatan:

1. Minta izin dokter
Jelaskan tujuan, berapa lama, dan dengan apa Anda pergi ke tempat berlibur. Berdasarkan kondisi kandungan Anda, dokter akan membekali resep obat untuk gangguan kesehatan ringan dan vitamin yang mungkin Anda perlukan di perjalanan. Misalnya obat antimual, diare, vitamin penambah darah, dan sebagainya. Bila perlu, minta rekomendasi alamat dokter dan rumah sakit terdekat yang bisa Anda kunjungi jika terjadi gangguan pada kehamilan saat Anda berlibur.
2. Siapkan dokumen
Jangan pergi jauh tanpa membawa buku riwayat kesehatan. Bila harus dirawat, buku kesehatan ini membantu dokter setempat mengambil tindakan tepat. Jika naik pesawat di usia kehamilan 27 minggu, Anda boleh terbang tanpa surat keterangan dokter dan harus menandatangani surat pernyataan yang membebaskan perusahaan penerbangan dari segala risiko yang terjadi pada Anda akibat menumpang pesawat terbang. Lebih dari 27 minggu, Anda perlu menandatangani surat pernyataan sejenis dan membawa surat keterangan sehat dari dokter.
3. Isi koper
Isi dengan pakaian nyaman sesuai cuaca dan kondisi di tempat liburan. Hindari mengisi koper dengan bawaan terlalu berat. Jangan lupa membawa alas kaki yang nyaman dan memiliki hak kurang dari 3 cm. Jika saat liburan ada banyak agenda berjalan kaki, siapkan sepatu yang mengikuti kontur kaki seperti sepatu olahraga.
4. Sering minum agar tak dehidrasi
Hindari minuman mengandung kafein dan minuman bersoda karena dapat memicu heartburn. Sediakan pula makanan ringan seperti crackers dan buah-buahan. Jaga pola makan dengan makan sesering mungkin dalam porsi kecil agar perut tidak kosong dan gula darah tetap stabil. Bila ingin menikmati kuliner lokal, usahakan untuk makan di tempat bersih. Perhatikan proses memasaknya. Konsumsilah masakan yang terbuat dari sayuran atau daging segar yang dimasak hingga matang.
5. Susun agenda
Buat rancangan kegiatan santai dan sesuai dengan kemampuan fisik. Di perjalanan, sempatkan diri untuk beristirahat dan melakukan peregangan. Segera memeriksakan diri ke dokter terdekat bila Anda mengalami gangguan seperti kontraksi konstan atau perdarahan.

Akhir tahun ini sudah ada rencana berlibur ke mana, Ma? Untuk Anda yang sedang hamil, jangan lupa terapkan tipstraveling di atas, ya!


Resep : Crispy Almond With Cheese

Mama dan keluarga suka sekali dengan kudapan manis? Apa Mama pernah mencicipi almond crispy cheese? Teksturnya yang renyah, manis dan gurih kacang almond bikin sensasi ketagihan dan ingin makan lagi dan lagi.  


Bahan-bahan:
·         Keju parut
·         Almond
·         60 gram tepung terigu
·         ½ sendok teh baking powder
·         1 butir telur, hanya pakai bagian putihnya
·         30 gram butter
·         40 gram gula tepung
·         ½ sendok teh ekstrak vanilla

Cara membuat:
·         Panggang almond dalam oven kurang lebih 10menit dalam temperatur sedang.
·         Masukan butter dan dan gula halus kedalam wadah dan aduk dengan mixer dengan kecepatan sedang.
·         Tambahkan sedikit demi sedikit bahan-bahan yang lain : tepung terigu, baking powder, ekstrak vanilla. Campurkan sampai merata dan terbentuk menjadi sebuah adonan.
·         Siapkan loyang alumunium dan lapisi dengan kertas baking yang sudah diolesi sedikit minyak pada seluruh permukaannya.
·         Ambil adonan dengan sendok makan dan tuang sedikit adonan dalam loyang. Buatlah adonannya berbentuk lingkaran dan jangan terlalu tebal.
·         Letakan beberapa keping almond sesuai selera, juga keju parut di atasnya.
·         Ulangi langkahnya sampai loyang terisi penuh.
·         Masukan dalam oven dan panggang kurang lebih 20 menit.
·         Setelah tercium aroma harum, pastikan adonan sudah mengering dan bertekstur renyah.
·         Angkat almond crispy cheese yang sudah matang dengan spatula secara hati-hati, jangan sampai pecah karena teksturnya yang tipis dan kering.
·         Susun dalam wadah yang Mama suka.
·         Almond crispy cheese siap dihidangkan.

Ingin Sukses Mengasuh Balita Perempuan? Begini Tipsnya..


Apakah Mama memiliki balita perempuan? Ternyata mengasuh antara balita laki-laki dan perempuan berbeda, karena memiliki sifat yang cenderung berbeda pula. Seringkali Mama bingung dan tidak percaya diri ketika mengasuh balita sendirian apalagi jika ini adalah anak pertama. Mama cenderung lebih mempercayakan pengasuhan balita kepada pengasuh yang ada. Akibatnya balita lebih dekat dengan pengasuhnya dibanding Mama sendiri.
Bagaimana tips sukses mengasuh balita perempuan?  


1.      Lebih Hati-Hati
Anak laki-laki memang lebih dikenal dengan keberaniannya dibanding anak perempuan. Sedangkan anak perempuan memiliki kelebihan dari sikap kehati-hatiannya. Anak perempuan mempunyai hal-hal yang memang telah dikuasai sehingga dia dapat mengasah keterampilan motoriknya. Jika balita perempuan sedang mencoba sesuatu hal yang baru, biarkanlah dia mencobanya. Seringkali Mama beranggapan jika balita perempuan itu penakut padahal tidak seperti yang dianggap seperti itu. 

2.      Ajarkan Displin
Dispin memang lebih sulit diterapkan pada balita laki-laki dibanding perempuan. Hal ini disebabkan karena pendengaran anak laki-laki tidaklah sebaik anak perempuan sejak lahir. Pendengaran balita perempuan lebih sensitif kemudian segala pusat verbal dalam otaknya dapat berkembang lebih cepat. Hal inilah yang menyebabkan balita perempuan lebih mmemberikan respon yang baik terhadap pujian ataupun peringatan dari orangtua yang mengisyaratkan tentang kedisiplinan. Balita perempuan lebih mudah mendengar dan mengerti mengenai segala hal tentang displin. 

3.      Ajak Komunikasi Lebih Sering
Balita perempuan lebih suka diajak berkomunikasi dibanding dengan sebuah tindakan. Berbeda dengan balita laki-laki yang lebih berorientasi pada tindakan. Balita perempuan berorientasi terhadap sinyal non verbal, seperti nada suara serta ekspresi. Inilah yang menyebabkan anak perempuan lebih mudah mengungkapkan perasaan dibanding anak laki-laki. Oleh karena itu, komunikasi antara Mama dan anak perempuan sangatlah penting, agar dia semakin terbuka ke depannya dan tidak sungkan untuk mengungkapkan perasaan atau meminta nasihat dari Mama. 

4.      Kemandirian
Sekalipun balita perempuan, Mama harus tetap mengajarkan dia nilai-nilai kemandirian. Jangan biarkan anak menjadi ketergantungan dengan Mama. Memang anak perempuan dianggap lebih dekat dengan Mamanya sendiri. Tapi jika dibiarkan terus menerus, akan membuat si kecil menjadi manja.

Intinya, penting untuk menanamkan kelembutan, cinta kasih, serta rasa sayang terhadap dirinya sendiri. Jika hal ini bisa Mama tanamkan pada balita sejak dini, maka anak mampu tumbuh menjadi seorang perempuan yang utuh dan bisa menjaga diri saat dewasa nanti. Bukankah hal ini yang membuat Mama merasa bangga?

Minuman Terbaik Untuk Sang Buah Hati Yang Siap Lahir

Makanan sehat dan suplemen tambahan sangat penting selama kehamilan. Mama harus memastikan pola makan seimbang yang mencakup protein, karbohidrat, serat, vitamin, mineral dan lemak yang memadai. Namun, makanan sehat saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.


Sama pentingnya juga agar Mama tetap memiliki kebutuhan cairan yang cukup untuk membantu memperlancar peredaran darah ke janin melalui cairan ketuban. Seperti yang Mama ketahui, darah terutama mengandung air. Air juga merupakan sumber utama bagi tubuh untuk memproduksi ASI.
Oleh karena itu, penting juga menambahkan minuman bernutrisi selama kehamilan untuk mencegah dehidrasi dan menyegarkan diri Mama. Berikut ini adalah beberapa minuman bernutrisi untuk menjaga agar kehamilan sehat.

Air Kelapa
Air kelapa adalah minuman isotonik alami, yang dapat membantu mencegah dehidrasi. Minuman bernutrisi tinggi ini juga dapat mengurangi kelelahan dengan mengisi ulang garam alami yang hilang dari tubuh saat berkeringat. Inilah salah satu pilihan nutrisi ibu hamil yang sehat dan menyegarkan saat hamil.

Jeruk Lemon atau Nipis
Jeruk lemon atau nipis membuat Mama tetap terhidrasi dan memberikan vitamin C yang membantu tubuh lebih efektif menyerap zat besi. Mama dapat membuat minuman bernutrisi tinggi dari air hangat dicampur dengan jeruk lemon atau nipis, atau bisa juga mencampurnya dengan menu makanan sehari-hari.
Jika Mama mengalami morning sickness, mencampur jeruk lemon atau nipis dengan beberapa lembar daun mint, dan potongan jahe dapat menjadi alternatif lain.
  
Produk susu mengandung kalsium, protein, dan vitamin B-12 yang sangat tinggi agar kehamilan sehat. Karena kebutuhan nutrisi bertambah selama kehamilan, disarankan agar ibu hamil minum susu kira-kira 2 gelas sehari. Pilihlah susu khusus untuk ibu hamil yang rendah lemak, mengandung vitamin dan mineral yang sangat tinggi.
Bosan minum susu hamil? Mama bisa membuat sendiri milkshake atau smoothie buah yang dibuat dari campuran susu dan buah (bisa ditambah sedikit es bila suka) yang kaya akan mineral dan nutrisi ibu hamil.

Jus Sayuran
Makan banyak sayuran dalam menu makanan sehari-hari tentu tidak cukup memberikan nutrisi bagi ibu hamil. Cobalah menambahkan jus sayuran segar pada menu harian Mama. Misalnya, jus brokoli, mentimun, bayam, selada hijau, dan sebagainya.
Minuman bernutrisi tinggi ini sangat menyegarkan dan menyehatkan. Pastikan untuk membersihkan sayuran segar terlebih dahulu sebelum diolah menjadi jus.
  
Buah-buahan kaya akan sumber vitamin, mineral dan serat tinggi. Karena itu, sangat disarankan agar ibu hamil menambahkan minum jus buah setidaknya satu gelas sehari. Jus buah segar dari apel, alpukat, leci, jeruk manis, pepaya, mangga, pear, melon, semangka dan sebagainya sangat cocok untuk cuaca panas.
Akan lebih bagus apabila buah-buahan ini masih segar, karena jus ini mencakup semua kebutuhan nutrisi ibu hamil yang sangat bermanfaat. Sebaiknya hindari minuman jus kemasan, karena biasanya mengandung lebih banyak zat kimia dan pengawet yang tidak aman bagi kehamilan.

Infused Water
Infused water adalah air putih biasa yang sudah ditambahkan beberapa potongan buah-buahan, sayuran, dan rempah-rempah, kemudian disimpan dalam lemari es selama minimal 2 jam untuk menunggu sari-sari bahan yang digunakan larut di dalam air.
Minuman bernutrisi tinggi ini dapat membantu Mama tetap terhidrasi sekaligus meringankan berbagai keluhan kesehatan yang sering dirasakan selama hamil.
  
Air Putih
Mama membutuhkan lebih banyak air untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh selama hamil. Selain merupakan komponen utama dari ASI yang sangat penting bagi bayi, air juga sangat penting bagi sel-sel darah yang sehat dan mencegah dehidrasi. Selama kehamilan, minumlah air putih minimal 8 gelas sehari untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat seringnya buang air kecil.

Sudahkah Bunda mencobanya?


5 Mitos dan Fakta Untuk Makanan Ibu Hamil

Saat sedang mengandung, banyak aturan tidak tertulis yang sepertinya harus dipatuhi setiap ibu hamil. Misalnya, ibu hamil dilarang makan buah nanas dan durian karena bisa sebabkan keguguran, lalu dianjurkan untuk rutin meminum minyak kelapa agar persalinan lancar.


Namun, apakah semua aturan-aturan tidak tertulis itu harus dijalani? Belum tentu. Yuk, cek dulu fakta dan mitos makanan untuk ibu hamil ini!
   
1. Benarkah minum air kelapa hijau bisa membuat kulit bayi bersih saat lahir?
Faktanya, zat yang terkandung dalam air kelapa tidak secara langsung membuat bayi sehat ketika lahir, namun kandungan nutrisi dalam air kelapa dapat membantu menjaga kesehatan ibu hamil.
Air kelapa kaya akan mineral dan elektrolit cair yang mudah diserap tubuh sehingga baik untuk mencegah dehidrasi. Dehidrasi selama kehamilan akan menyebabkan masalah kesehatan di antaranya sakit kepala, kaki bengkak, kram, bahkan kontraksi yang mengakibatkan persalinan prematur. Selain mencegah dehidrasi, air kelapa juga dapat melancarkan proses pembuangan urin dan membantu membersihkan saluran kemih.

2. Benarkah makan nanas bisa sebabkan keguguran?
Faktanya, buah nanas yang matang banyak mengandung gizi untuk perkembangan janin, seperti vitamin A, vitamin C, kalsium, fosfor, magnesium, zat besi, natrium, kalium, sukrosa dan serat.
Yang berbahaya adalah jika ibu hamil makan nanas muda, sebab mengandung banyak senyawa bromealin yang bisa melunakkan otot serviks (leher rahim), sehingga bila dikonsumsi berisiko memicu kontraksi dini bahkan keguguran. Karena warnanya yang masih hijau dan rasanya yang asam, ibu hamil yang makan nanas muda bisa terkena diare, maag maupun gangguan pencernaan lainnya.
  
3. Benarkah durian bisa membuat perut dan janin kepanasan?
Durian yang terlalu matang memang mengandung gas dan alkohol yang bila dikonsumsi membuat tubuh terasa panas. Meskipun kandungan alkohol dalam durian tidak berbahaya bagi janin, sebaiknya ibu hamil makan durian secukupnya saja.
Terlebih lagi, jika saat hamil kadar gula darah cukup tinggi atau terkena diabetes gestasional, ibu hamil harus hati-hati untuk mengonsumsi durian, sebab kandungan gula dalam durian sangat tinggi dan bisa mengakibatkan naiknya gula darah.

4. Benarkah meminum minyak kelapa atau makan makanan pedas bisa melancarkan persalinan?
Faktanya, saluran pencernaan berbeda dengan saluran untuk melahirkan. Jadi, semua makanan yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna dalam lambung dan usus lalu diubah menjadi zat lain, yang belum tentu berpengaruh pada jalan lahir Anda.
Daripada diminum, minyak kelapa bisa dimanfaatkan sebagai pelembap kulit dan mencegah stretch mark dengan mengoleskannya di bagian tubuh yang membesar seperti perut, paha, kaki, dan payudara. Minyak kelapa juga baik digunakan sebagai pelicin alami untuk memijat payudara sebagai persiapan menyusui.
   
5. Benarkah harus menghindari makan ikan supaya waktu bayi lahir tidak berbau amis?
Faktanya, saat lahir bayi memang berbau amis karena keluar bersama air ketuban. Ikan, justru termasuk makanan yang baik dikonsumsi ibu hamil sebab kaya akan protein dan omega-3 yang baik untuk mendukung pertumbuhan organ, syaraf, dan otak janin.
Ikan yang baik dan aman dikonsumsi ibu hamil adalah ikan yang sudah dimasak. Mengonsumsi ikan mentah dalam hidangan sushi atau sashimi memang tidak dianjurkan sebab berisiko mengandung bakteri toksoplasmosis, listeria dan salmonela yang mengganggu tumbuh kembang janin.


Kamis, 16 Maret 2017

Omlete Samyang Pedas, Rasa Bukan Kepayang Dijamin Ngacir..

Beberapa waktu belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan samyang. Mie pedas ini memang punya banyak sekali penggemar. Nah, jika kamu termasuk salah satunya, berikut ini Diboshop akan coba hadirkan satu resep olahan samyang yang super gurih dan lezat. Yuk cobain resep omelet mie samyang ini Ladies.


Bahan:
·         1/2 bungkus mie samyang pedas
·         1/2 blok kaldu ayam
·         2 butir telur
·         2 sdm minyak goreng
·         1 sdt cabai bubuk (level sesuai selera)

Cara Membuat:
1.      Rebus mie samyang dalam air mendidih.
2.      Setelah matang tiriskan.
3.      Aduk mie dengan bumbunya.
4.      Kocok telur dan kaldu ayam sampai rata.
5.      Masukkan mie dalam telur.
6.      Siapkan wajan teflon.
7.      Beri sedikit minyak.
8.      Goreng omelet sampai matang.
9.      Angkat dan taburi dengan cabai bubuk.
10.  Omelet mie samyang siap disantap.

Kamu juga bisa berkreasi dengan memberikan topping keju dan yang lainnya lho. Yuk segera cobain resep super mudah ini Ladies. Nantikan resep lezat nan praktis lain hanya di Diboshop.com ya.


Mengapa Anak Juara Kelas Tak Selalu Sukses Saat Ia Dewasa?

Memiliki anak pintar yang selalu bisa jadi juara kelas jelas jadi sebuah kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri. Tapi jangan sampai anak jadi merasa tertekan dan sulit mengembangkan potensinya karena tuntutan untuk jadijuara kelas. Kenapa? Karena tak semua anak yang pernah jadi juara kelas saat sekolah bisa jadi orang sukses ketika dewasa.


Bukan bermaksud untuk menyuruh anak malas-malasan saja saat belajar atau sekolah. Cuma kita sebagai orang tua perlu memahami bahwa ada banyak aspek lain yang perlu diperhatikan untuk membuat anak jadi orang sukses ke depannya. Bukan cuma menekannya dan menuntutnya jadi juara kelas tapi juga membantunya untuk mengembangkan kemampuan sosial dan emosinya.


Seperti yang dilansir oleh lifehack.org, seseorang perlu berpikir luas (out of the box) daripada cuma menuruti semua yang diperintahkan orang lain untuk bisa sukses. Ada banyak aspek yang perlu dipelajari anak selain mata pelajaran di sekolah, seperti cara untuk bisa tetap menjalani hari-hari dengan semangat dan bahagia, menjaga hubungan baik dan sehat, bekerja cerdas, dan cara mewujudkan impian yang selama ini diinginkan. 

Memastikan anak mendapat nilai baik di semua mata pelajaran di sekolah memang perlu. Tapi jangan lupa kita juga perlu membantunya mengembangkan bakat serta kemampuannya. Juga membangun rasa percaya dirinya agar bisa bertahan dan berjuang melakukan yang terbaik dalam hidup, tak terjebak dalam zona nyaman.

Di sekolah, biasanya seorang anak harus benar-benar patuh dan rajin untuk bisa jadi juara kelas. Mulai dari mengerjakan semua PR tepat waktu, mengerjakan ujian sebaik mungkin, dan mematuhi semua aturan sekolah. Bukan bermaksud mengatakan sistem sekolah itu selalu buruk. Hanya saja kita juga perlu lebih terbuka dalam berusaha memberi ruang lebih pada anak untuk belajar dari dunia nyata dan pengalaman hidup.

Anak juga perlu belajar mandiri dan memahami bahwa terkadang hidup berjalan tak sesuai dengan harapan atau keinginan. Kuatkan mental anak dengan terlibat dalam kegiatan-kegiatan lain di luar sekolah. Tanamkan pemahaman bahwa belajar itu bisa di mana saja dan dari mana saja. Karena anak yang dulunya juara kelas bisa jadi orang yang gagal saat dewasa karena belum memiliki kemampuan mental dan emosi yang kuat serta stabil menghadapi kerasnya hidup.

Kalau menurut Moms sendiri bagaimana? Punya tips-tips terkait dengan membantu anak untuk bisa berhasil dan sukses dalam hidupnya?
Diberdayakan oleh Blogger.