Apakah Mama memiliki balita perempuan? Ternyata mengasuh
antara balita laki-laki dan perempuan berbeda, karena memiliki sifat yang
cenderung berbeda pula. Seringkali Mama bingung dan tidak percaya diri ketika
mengasuh balita sendirian apalagi jika ini adalah anak pertama. Mama cenderung
lebih mempercayakan pengasuhan balita kepada pengasuh yang ada. Akibatnya
balita lebih dekat dengan pengasuhnya dibanding Mama sendiri.
Bagaimana tips sukses mengasuh balita perempuan?
1. Lebih
Hati-Hati
Anak laki-laki memang lebih dikenal dengan keberaniannya
dibanding anak perempuan. Sedangkan anak perempuan memiliki kelebihan dari
sikap kehati-hatiannya. Anak perempuan mempunyai hal-hal yang memang telah
dikuasai sehingga dia dapat mengasah keterampilan motoriknya. Jika balita
perempuan sedang mencoba sesuatu hal yang baru, biarkanlah dia mencobanya.
Seringkali Mama beranggapan jika balita perempuan itu penakut padahal tidak
seperti yang dianggap seperti itu.
2. Ajarkan
Displin
Dispin memang lebih sulit diterapkan pada balita
laki-laki dibanding perempuan. Hal ini disebabkan karena pendengaran anak
laki-laki tidaklah sebaik anak perempuan sejak lahir. Pendengaran balita
perempuan lebih sensitif kemudian segala pusat verbal dalam otaknya dapat
berkembang lebih cepat. Hal inilah yang menyebabkan balita perempuan lebih
mmemberikan respon yang baik terhadap pujian ataupun peringatan dari orangtua
yang mengisyaratkan tentang kedisiplinan. Balita perempuan lebih mudah
mendengar dan mengerti mengenai segala hal tentang displin.
3. Ajak
Komunikasi Lebih Sering
Balita perempuan lebih suka diajak berkomunikasi
dibanding dengan sebuah tindakan. Berbeda dengan balita laki-laki yang lebih
berorientasi pada tindakan. Balita perempuan berorientasi terhadap sinyal non
verbal, seperti nada suara serta ekspresi. Inilah yang menyebabkan anak
perempuan lebih mudah mengungkapkan perasaan dibanding anak laki-laki. Oleh
karena itu, komunikasi antara Mama dan anak perempuan sangatlah penting, agar
dia semakin terbuka ke depannya dan tidak sungkan untuk mengungkapkan perasaan
atau meminta nasihat dari Mama.
4. Kemandirian
Sekalipun balita perempuan, Mama harus tetap mengajarkan
dia nilai-nilai kemandirian. Jangan biarkan anak menjadi ketergantungan dengan
Mama. Memang anak perempuan dianggap lebih dekat dengan Mamanya sendiri. Tapi
jika dibiarkan terus menerus, akan membuat si kecil menjadi manja.
Intinya, penting untuk menanamkan kelembutan, cinta
kasih, serta rasa sayang terhadap dirinya sendiri. Jika hal ini bisa Mama
tanamkan pada balita sejak dini, maka anak mampu tumbuh menjadi seorang
perempuan yang utuh dan bisa menjaga diri saat dewasa nanti. Bukankah hal ini
yang membuat Mama merasa bangga?

Tidak ada komentar
Posting Komentar