Baby
celana dalam kesehatan
celana dalam kesehatan wanita
celana dalam wanita
Health
kesehatan
makanan
obesitas
s2s
Hindari Obesitas Pada Anak Dengan Makanan - Makanan Ini
Baru-baru ini,
masyarakat dikejutkan oleh pemberitaan mengenai Arya Permana, bocah yang
memiliki berat badan 188 kilogram di usianya yang baru menginjak 10 tahun.
Anak laki-laki asal Kampung Kaca Piring, Cipurwasari, Kecamatan Tegal Waru, Karawang, Jawa Barat ini sontak menyedot perhatian public karena permasahan obesitas yang dialaminya tersebut.
Anak laki-laki asal Kampung Kaca Piring, Cipurwasari, Kecamatan Tegal Waru, Karawang, Jawa Barat ini sontak menyedot perhatian public karena permasahan obesitas yang dialaminya tersebut.
Tak dimungkiri,
gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat menjadi pemicu obesitas pada anak.
Bahkan, alih-alih ingin mencukupkan gizi anak, banyak orang tua yang keliru
dengan pola pikir bahwa anak gendut berarti sehat. Padahal, berat badan
berlebihan dapat memicu berbagai penyakit serius seperti jantung dan diabetes.
Nah, untuk
menghindari obesitas pada anak, sebaiknya Bunda bijak dalam memilih camilan
si kecil. Berikut ini adalah beberapa pilihan camilan sehat yang bisa Bunda
coba untuk dikonsumsi anak.
1. Yoghurt Plain
Mungkin sudah
menjadi rahasia umum, yoghurt sering dijadikan pilihan camilan sehat. Bahkan,
dalam beberapa progam diet, yoghurt juga masuk dalam daftar makanan diet.
Hanya saja, Bunda perlu cermat memilih yoghurt. Sebaiknya, pilih mengonsumsi yoghurt
plain yang dikombinasikan dengan buah-buahan segar daripada yoghurt rasa buah.
Pasalnya, yoghurt dengan aneka rasa buah biasanya diolah dengan tambahan gula.
Selain lebih segar, pasti rasanya lebih enak.
2. Biskuit Buah
Biskuit buah kerap dikaitan dengan pecinta
makanan sehat. Jenis biskuit yang satu ini kelihatannya sehat karena
topping-nya berbalut buah-buahan. Namun bila tidak cermat dalam memilih, bisa
saja Bunda mendapatkan biskuit yang memiliki kandungan gula cukup banyak.
Nah, kamu bisa
memilih biskuit yang diproses dengan baik dan tidak memiliki kandungan lemak
makanan tinggi.
3. Buah Kiwi
Buah kiwi kaya
akan kandungan vitamin C dan E. Faktanya, buah kiwi mengandung vitamin C dua
kali lebih tinggi dibandingkan buah jeruk dan vitamin E lima kali lebih tinggi
dibandingkan apel. Selain kandungan vitamin, kiwi merupakan buah yang rendah
lemak serta memiliki kadar indeks glycaemic yang rendah.
Indeks glycaemic
adalah angka potensi peningkatan gula darah. Ini menyebabkan setelah
mengonsumsi kiwi, kadar gula dalam tubuh nggak akan mengalami peningkatan yang
siginifikan dan bahkan baik untuk penderita diabetes.
4. Sayuran
Jika si buah hati
tak mau makan sayur, kamu harus lebih kreatif. Sayuran tetap bisa digunakan
sebagai bahan makanan mereka namun dengan variasi yang berbeda agar menarik
perhatian mereka.
Kamu
dapat mengolahnya menjadi salad ditambahkan dengan dressing. Kombinasikan
selada dengan tomat merah yang baik untuk mencukupi kebutuhan gizi si kecil.
Tak hanya itu, aneka sayuran juga bisa menjadi makanan pendamping di setiap
menu utama makanan si buah hati.
5. Agar-agar
Biasanya,
anak-anak menyukai camilan yang memiliki rasa yang kuat seperti asin dan manis.
Nah, pilihan camilan sehat lainnya ialah agar-agar. Banyak anak-anak yang
menyukai agar-agar karena rasanya yang manis, enak dan mudah dicerna.
Teksturnya yang
lembut dan kenyal juga menarik perhatian si kecil karena mengunyah agar-agar
terasa lebih menyenangkan dibanding makan camilan lainnya. Sebagai orangtua
yang bijak, Bunda bisa mengolah agar-agar sendiri di rumah.
Tambahkan
beberapa potong buah segara seperti anggur, peach, leci ataupun kiwi ke dalam
agar-agar. Kandungan serat dalam agar-agar akan membantu memperlancar
pencernaan si kecil sehingga camilan tidak mengendap menjadi lemak yang membuat
gemuk.

Tidak ada komentar