Asmara
celana dalam kesehatan
celana dalam kesehatan wanita
celana dalam wanita
Jodoh
s2s
wanita
Apa Benar Makin Cerdasnya Wanita, Makin Sulit Cari Jodoh?
Kalau sudah menyangkut urusan jodoh, segalanya bisa jadi terasa
makin sensitif. Apalagi buat para wanita yang masih jomblo dan galau soal
datangnya jodoh yang terbaik. Belum lagi dengan desakan untuk bisa cepat-cepat
menikah atau lebih fokus menemukan jodoh, aduh kadang hal ini bisa bikin
frustrasi sendiri.

Dalam sejumlah kasus, makin cerdas seorang wanita maka makin
susah dapat jodoh. Oh well, bukan bermaksud menyudutkan sih. Cuma mau coba
membahas sejumlah alasan kenapa wanita yang cerdas terkadang (nggak selalu lho
ya) malah susah jatuh cinta dan menemukan pasangan hidupnya. Coba cek, mungkin
salah satu alasan inilah yang jadi penghambatmu menemukan jodoh terbaik itu.
Dengan begitu, kamu bisa segera memperbaiki sesuatu dalam usahamu mendapatkan
pria terbaik untuk jadi pasangan hidupmu.
Sudah Terbiasa Mandiri dan
Melakukan Apa-Apa Sendiri
Punya karier dan penghasilan sendiri, hampir segala sesuatunya bisa dikerjakan sendiri. Kamu tak suka merepotkan orang lain karena kamu yakin dengan kemampuan dan potensi yang kamu punya. Terkadang kamu jadi sibuk sendiri dan lupa memperhatikan orang-orang di sekitar. Sampai-sampai jadi kurang peka dengan seseorang yang mungkin sedang mencoba untuk mendekatimu.
Punya karier dan penghasilan sendiri, hampir segala sesuatunya bisa dikerjakan sendiri. Kamu tak suka merepotkan orang lain karena kamu yakin dengan kemampuan dan potensi yang kamu punya. Terkadang kamu jadi sibuk sendiri dan lupa memperhatikan orang-orang di sekitar. Sampai-sampai jadi kurang peka dengan seseorang yang mungkin sedang mencoba untuk mendekatimu.
Terlalu Banyak Pertimbangan
karena Ingin yang Paling Sempurna
Terbiasa menganalisis segala sesuatu, urusan jodoh dan pasangan hidup pun melewati berbagai pertimbangan. Setiap kali bertemu orang baru, kamu langsung berusaha menilai dan menganalisis semua plus minus yang dimilikinya. Bahkan kamu tak segan untuk menuntutnya berubah jadi seseorang yang menurutmu paling ideal. Kamu jadi lupa kalau ada urusan hati dan perasaan yang juga terlibat di dalamnya. Bahwa bahagia itu juga nggak melulu soal standar-standar dan kesempurnaan.
Terbiasa menganalisis segala sesuatu, urusan jodoh dan pasangan hidup pun melewati berbagai pertimbangan. Setiap kali bertemu orang baru, kamu langsung berusaha menilai dan menganalisis semua plus minus yang dimilikinya. Bahkan kamu tak segan untuk menuntutnya berubah jadi seseorang yang menurutmu paling ideal. Kamu jadi lupa kalau ada urusan hati dan perasaan yang juga terlibat di dalamnya. Bahwa bahagia itu juga nggak melulu soal standar-standar dan kesempurnaan.
Terlalu Sibuk dan Cuma Fokus
dengan Urusan Sendiri
Ada prioritas yang selalu lebih kamu utamakan dalam hidupmu. Entah itu soal karier dan pekerjaan atau soal usahamu untuk membahagiakan keluargamu. Dan itu membuatmu terlalu sibuk dan fokus sendiri. Sampai tak sempat untuk memikirkan soal jodoh dan urusan jatuh cinta. Prioritas soal jodoh jadi tergeser dengan sendirinya.
Ada prioritas yang selalu lebih kamu utamakan dalam hidupmu. Entah itu soal karier dan pekerjaan atau soal usahamu untuk membahagiakan keluargamu. Dan itu membuatmu terlalu sibuk dan fokus sendiri. Sampai tak sempat untuk memikirkan soal jodoh dan urusan jatuh cinta. Prioritas soal jodoh jadi tergeser dengan sendirinya.
Tidak Mau Mengulangi Kesalahan
yang Sama
Masih jelas dalam ingatan tentang seseorang yang pernah melukai dan mengkhianatimu. Masih terasa kuat rasa sakit dan luka yang kamu rasa karenanya. Pengalaman itu membuatmu jadi lebih berhati-hati. Tak mau mengulangi kesalahan yang sama. Jadinya kamu terlalu perhitungan dan berhati-hati. Parahnya lagi kamu jadi kebablasan jadi orang yang gampang curiga.
Masih jelas dalam ingatan tentang seseorang yang pernah melukai dan mengkhianatimu. Masih terasa kuat rasa sakit dan luka yang kamu rasa karenanya. Pengalaman itu membuatmu jadi lebih berhati-hati. Tak mau mengulangi kesalahan yang sama. Jadinya kamu terlalu perhitungan dan berhati-hati. Parahnya lagi kamu jadi kebablasan jadi orang yang gampang curiga.
Lebih Mementingkan Orang Lain
daripada Diri Sendiri
Bagimu, kebahagiaan orang lain lebih penting dari kebahagiaanmu sendiri. Demi bisa membahagiakan keluarga dan jadi kebanggan orang tua, kamu berjuang untuk bisa berprestasi dan unggul di bidang-bidang yang kamu kuasai. Dan soal jodoh, kamu merasa nggak ingin terlalu terburu-buru. Karena untuk saat ini, yang penting bagimu adalah membahagiakan orang terdekatmu.
Bagimu, kebahagiaan orang lain lebih penting dari kebahagiaanmu sendiri. Demi bisa membahagiakan keluarga dan jadi kebanggan orang tua, kamu berjuang untuk bisa berprestasi dan unggul di bidang-bidang yang kamu kuasai. Dan soal jodoh, kamu merasa nggak ingin terlalu terburu-buru. Karena untuk saat ini, yang penting bagimu adalah membahagiakan orang terdekatmu.
Jadi, apakah kamu sudah menemukan alasanmu kenapa sampai saat
ini susah mendapatkan jodoh? Segalanya memang sudah diatur. Semuanya akan
terjadi pada waktu yang paling tepat dan terbaik. Nggak usah minder kalau dicap
"nggak laku" karena cuma kamu yang paling tahu bahagiamu dan
prioritas hidupmu sendiri.
Tidak ada komentar