Salah satu penyakit yang banyak
diderita orang-orang di seluruh dunia adalah asma. Asma adalah penyakit
peradangan umum pada saluran pernafasan yang telah dikenal oleh bangsa Tiongkok
kuno dan Mesir.
Batuk, sesak nafas dan sesak
keseluruhan di daerah dada merupakan gejala asma yang paling menonjol. Jangan
dianggap sepele, karena asma adalah penyakit serius yang jika tidak ditangani
dapat menyebabkan kematian.
Dengan meningkatnya polusi udara
serta perubahan cuaca yang bisa dibilang ekstrim, maka tidak menutup
kemungkinan penyakit asma semakin parah. Mulailah dari rumah Mom sendiri untuk
pencegahannya, misalnya:
Bersihkan debu-debu dari
dalam rumah
Debu dapat menjadi pemicu asma
yang seringkali tidak disadari. Secara rutin, bersihkan rumah menggunakan
vacuum cleaner, khususnya untuk karpet-rapet dan benda-benda yang berbahan
dasar kain, misalnya sofa atau gorden. Gantilah sarung bantal setiap 1 minggu
sekali, begitu pula dengan sprei.
Mengatur temperatur AC
Saat udara sedang
panas-panasnya, kita cenderung 'melindungi' diri di dalam ruangan ber-AC yang
dingin. Tetapi, hati-hati, karena perubahan udara yang ekstrim dapat menjadi
penyebab asma. Selain itu, bersihkan filter AC secara berkala untuk
membersihkannya dari partikel-partikel debu dan asap rokok yang terperangkap.
Mengatur kelembaban udara
Udara yang panas atau udara yang
terlalu dingin, berhubungan dengan kelembababan udara di sekitar kita. Udara
kering berbahaya untuk sistem pernafasan, khususnya bagi mereka yang menderita
asma. Netralkan kelembaban udara dengan menyalakan humidifier. Aturlah pada
kelembaban yang normal, sekitar 30 hingga 50 persen.
Mencegah potensi penyakit asma
dalam keluarga memang tak mudah dilakukan. Tetapi, kita bisa menciptakan
kondisi lingkungan yang bersahabat untuk penderitanya. Semoga informasi ini
berguna untukmu, Mom.

Tidak ada komentar