
Pakar kesehatan Michelle Sandoval yang memimpin penelitian ini menyebutkan bahwa anak-anak yang belajar berbagai kosa kata baru lalu dibiarkan tidur siang, maka mereka akan cenderung lebih baik dalam mengingat sekaligus memahami kata-kata baru tersebut. Dalam penelitian ini, anak-anak diminta untuk mendengarkan beberapa jenis kata yang cenderung jarang mereka ketahui sebelumnya layaknya ‘blicking’ atau ‘ropping’. Kata-kata ini jelas tidak umum diperkenalkan pada anak-anak jika dibandingkan dengan kata layaknya ‘papa’, ‘mama’, atau bahkan ‘cat’ dan ‘dog’ yang sangat sering didengar sehari-hari.
Meskipun terlihat menantang dan membuat mereka kesulitan, saat anak bangun dari tidur siangnya, diketahui bahwa mereka ternyata mampu memahami kata-kata yang cukup sulit ini dengan lebih baik.
Tak hanya diminta untuk tidur siang, Sandoval juga menekankan orang tua untuk memastikan anak-anaknya memenuhi kebutuhan tidur dalam sehari. Menurut beliau, anak-anak di usia pra sekolah ternyata sebaiknya tidur selama 10 hingga 12 jam dalam sehari. Waktu tidur ini bisa dipenuhi baik itu dengan tidur malam saja ataupun dengan kombinasi dengan tidur siang. Dengan mendapatkan waktu tidur yang cukup, diharapkan perkembangan otak juga semakin membaik dan mereka pun menjadi lebih cerdas.
Melihat lamanya kebutuhan waktu tidur anak, orang tua diharapkan mampu membuat suasana kondisif pada kamar tidur anak sehingga mereka bisa selalu mendapatkan rasa nyaman saat tidur tanpa adanya gangguan apapun.
Tidak ada komentar
Posting Komentar