Senin, 27 Maret 2017

Begini Cara Merawat Gigi Susu Si Kecil..

Jika diibaratkan bangunan, gigi susu merupakan pondasi bagi gigi permanen yang akan muncul menggantikan gigi-gigi bayi. Begitu sudah muncul satu buah saja, berarti ini saatnya Anda mulai merawat gigi susunya yang mungil. Bayangkan bila gigi susu sudah rusak sebelum waktunya dan gigi dewasa terpaksa tumbuh tidak optimal.


Tidak hanya berfungsi untuk makan, gigi susu bayi juga pernah digunakan dalam suatu penelitian di tahun 2012 mengenai autisme. Dalam penelitiannya, Ray Palmer, PhD dan rekan-rekannya dari University of Texas Health Science Center mencari penyebab autisme dengan menggunakan gigi susu bayi. Penelitian ini sangat berdasar mengingat gigi susu sudah mulai dibentuk pada bulan ketiga kehamilan, sedangkan munculnya gigi di permukaan gusi umumnya dimulai pada usia 6-7 bulan.
Kapan gigi bayi tumbuh?
Sebelum anak berusia tiga tahun, biasanya gigi susu akan lengkap berjumlah 20 buah. Berikut periode pertumbuhan gigi pada bayi dan balita:
  • Rahang bawah: Gigi seri pertama akan tumbuh pada usia 6-10 bulan. Gigi seri kedua akan tumbuh pada usia 10-16 bulan. Gigi taring tumbuh di usia 17-23 bulan. Gigi geraham pertama akan tumbuh pada usia 14-18 bulan. Gigi geraham kedua akan tumbuh pada usia 23-31 bulan
  • Rahang atas: Gigi seri pertama akan tumbuh di usia 8-12 bulan. Gigi seri kedua akan tumbuh pada usia 9-13 bulan. Gigi taring tumbuh di usia 16-22 bulan. Gigi geraham pertama akan tumbuh pada usia 13-19 bulan. Gigi geraham kedua akan tumbuh pada usia 25-33 bulan.
Cara merawat gigi susu bayi
Langkah berikut bisa mulai Anda terapkan sejak dini, terutama pada si kecil yang diberi susu dengan botol atau sudah mengonsumsi MPASI:
  1. Jika Anda memberikan susu dengan botol, jangan biarkan bayi minum susu sampai tertidur. Sisa gula akan menempel pada lapisan giginya dan meningkatkan risiko karies gigi di kemudian hari.
  2. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan gusi dan mulut bayi dengan kain lembab atau kain kassa yang sudah dibasahi air matang.
  3. Pangku si kecil dan ajak mengobrol atau bernyanyi agar dia merasa rileks. Bersihkan setiap permukaan gigi susu dan sela-selanya, serta batas antara gigi dengan gusi.  Di tempat inilah sisa susu dan makanan seringkali tertinggal.
  4. Jika gigi geraham susunya mulai tumbuh, Anda bisa menggunakan sikat gigi kecil khusus bayi dengan bulu sikat lembut tanpa menggunakan pasta gigi.
  5. Tidak ada kata terlalu dini untuk ke dokter gigi. Sejak berusia satu tahun, periksakan gigi si kecil setiap enam bulan sekali.
Yuk, rawat gigi susu dengan baik sejak bayi agar si kecil terhindar dari masalah gigi di kemudian hari! Anda punya tips merawat gigi susu bayi lainnya? Share di sini, yuk, Ma!

Tips Mengajak Anak Ke Dokter Gigi Dengan Penuh Keceriaan

Menjaga kesehatan anak harus total, tidak boleh setengah-setengah. Sebagai upaya memelihara kondisi prima buah hati pasti banyak hal telah Mama lakukan mulai memerhatikan makanan sehari-hari hingga tambahan multivitamin agar ia punya ketahanan tubuh yang baikuntuk menangkal segala jenis kuman dan virus.
Eits, ada bagian kecil yang juga tidak boleh ketinggalan yaitu kesehatan gigi. Organ pencernaan paling luar ini juga perlu dijaga kesehatannya. Pasalnya jika gigi si kecil keropos atau tidak sehat, nafsu makannya akan terganggu sehingga asupan nutrisinya pun tidak bisa maksimal.
  

Ajak Anak Ke Dokter Gigi
Menjaga kesehatan gigi anak tidak bisa hanya lewat menu makanan yang ia santap seperti bahan-bahan kaya kalsium dan fosfor. Mama perlu memeriksakan kesehatan giginya ke dokter gigi secara rutin 6 bulan sekali.
Tahukah Mama bahwa Akademi Kedokteran Gigi Anak Amerika menyarankan Mama membawa buah hati ke dokter gigi saat anak berusia 1 tahun? Kesehatan gigi memang harus dijaga dan dipantau sejak kecil supaya kelainan yang mungkin terjadi bisa segera diatasi.
Berapapun usia si kecil saat Mama memeriksakannya giginya, pengalaman pertama ke dokter gigi akan selalu menakutkan. Suasana yang asing dengan orang-orang yang tidak dikenalnya, plus segala macam peralatan dokter yang kelihatan seram.
Acara ke dokter gigi bisa kacau jika Mama tidak mempersiapkan diri si kecil sebelum hari H tiba. Namun, jangan khawatir Ma, karena respons anak yang seperti ini sangat lumrah.
   
Agar Anak Tidak Takut ke Dokter Gigi
1. Persiapkan diri anak jauh-jauh hari
Mulailah mempersiapkan diri si kecil baik fisik maupun mental beberapa minggu sebelum hari H tiba, karena menurut ahli kesehatan gigi Dr. Steven G. Goldberg, ketakutan akan sesuatu yang belum diketahui merupakan tantangan besar saat membawa anak ke dokter gigi untuk pertama kali.
Ajarkanlah hal-hal yang berkaitan dengan pemeriksaan gigi; bacakan buku cerita tentang dokter gigi, nonton film mengenai berkunjung ke ahli gigi supaya ia terbiasa dengan gambaran suasana yang akan dihadapinya nanti.
  
2. Buatlah simulasi
Jika memungkinkan, ajaklah buah hati berkunjung ke klinik gigi tanpa melakukan perawatan apapun. Bisa jadi ia akan berinteraksi dengan para perawat atau bahkan sang dokter. Hal ini bertujuan untuk mengenalkannya pada lingkungan baru yang mungkin akan membuatnya takut.
  
3. Menyikat gigi sambil berbaring
Walaupun kedengarannya aneh, salah satu cara paling ampuh untuk mempersiapkan diri si kecil adalah membaringkannya di lantai sembari Mama menggosok giginya.
Salah satu ketakutan anak saat ke dokter gigi adalah berbaring menengadah dengan seseorang berada di atas kepalanya. Ini penting untuk membiasakannya pada posisi tersebut seperti yang akan ia hadapi saat berada di dokter gigi.
  
4. Bawalah barang kesukaannya
Saat Mama pergi ke dokter bersama anak, jangan lupa bawa sesuatu untuk mengalihkan perhatiannya atau membuat si kecil terus sibuk, misalnya buku bacaan, mainan atau apapun yang dapat memberikan kesibukan terutama ketika menunggu giliran di lobi.
Selain itu, bisa jadi ia akan menangis atau ketakutan berada di sana, namun tetaplah menjaga wajah ceria dan suara lembut Mama untuk menenangkannya. Yakinkan padanya bahwa wajar jika ia merasa takut karena semua orang juga mengalaminya.
   
Apakah Mama sudah pernah mengajak si kecil ke dokter gigi? Bagaimana reaksinya? Yuk berbagi cerita di kolom komentar.

Mengatasi Suami Yang Ketagihan Game Online

Di jaman yang sudah era digital seperti ini, bermain game bisa menjadi alternatif untuk menghilangkan kebosanan karena sangat mudah dijangkau. Karena hal-hal praktis seperti itu, tidak sedikit kaum lelaki dari anak-anak sampai orang dewasa yang kecanduan main game. Ditambah lagi jenis permainan yang ditawarkan saat ini sangat banyak pilihan.
Apakah Mama punya masalah dengan suami kecanduan main game? Berikut beberapa tips untuk menyikapinya.


Apakah Pantas Dimarahi?
Mama sering sekali memberi peringatan kepada suami bahwa tidak selayaknya pria dewasa terus-terusan bermain game. Hmm..coba deh Ma pertimbangkan kembali, diluar sana banyak sekali ‘godaan’ yang lebih dahsyat dari pada games online. Narkoba, minuman keras, sampai perselingkuhan.
Kalau Mama sudah memastikan, bahwa keadaan hubungan Anda baik-baik saja, apakah tidak ada jalan tengah untuk duduk berdua dan mengutarakan bahwa Anda tidak menyukai kebiasaannya yang kecanduan bermain games, sampaikanlah dengan cara yang tepat dan tidak bernada menghakimi.

Perbanyak Quality Time
Kalau Mama tahu, setiap hari suami Mama selalu pulang larut dan berangkat kerja dipagi harinya. Saat weekend ia kembali menyibukkan diri dengan main game. Coba ciptakan hal seperti itu menjadi quality time kalian berdua.
Sesekali Mama perlu mencoba bermain game bersama suami dan memasak beberapa hidangan untuk menunjukan bahwa Mama masih bisa memberikan perhatian lebih walau suami Mama sedang asyik di depan layar gadgetnya.

Membuat Kesepakatan
Jika Mama sudah merasa terganggu dengan suami kecanduan main game. Coba sesekali Anda perlu ajak suami Anda sejenak berdiskusi dan membuat kesepakatan kecil demi membangun kualitas hubungan yang lebih sehat.
Berikan batas waktu maksimal kapan suami Mama bisa bermain game. Tunjukan bahwa Mama sungguh-sungguh dalam hal ini, dan berikan pengertian dengan lemah lembut bahwa Mama lebih menginginkan waktu berdua dan menghabiskan waktu bersama si kecil untuk bermain.

Special Treatment
Tahukah Mama? Kecanduan bermain game online juga termasuk dalam penyakit psikologis. Jika cara-cara yang Mama tempuh sebelumnya belum membuahkan hasil. Cobalah meminta ahli untuk menganalisa apakah ada kelainan dalam diri pasangan Anda?
Sebelum memutuskan untuk memanggil ahli psikolog, pastikan Anda memberikan penjelasan mengapa suami Anda butuh penanganan khusus untuk hal ini, agar pasangan Anda tidak tersinggung dan terjadi konflik yang tidak diinginkan.
  
Apa suami Anda juga ketagihan main game?
Diberdayakan oleh Blogger.